Erwin memang unik dalam menggeluti hobi
di dunia audio, karena untuk mengejar hasratnya dengan dentuman bass
yang menggelegar. Makanya dia modifikasi sistem audio pada Honda Jazz
miliknya dengan konsep SPL (Sound Pressure Level). “Biar heboh aja jika
lagi di jalan dengan dentuman musik yang hingar bingar, makanya saya
suka dengan konsep SPL,” tutur owner mobil.
Dendi selaku eksekutor dari DC Audio melakukan perhitungan matang agar
konsep SPL di Honda Jazz milik Erwin bisa optimal dengan dominasi
dentuman bass yang solid dan konstan. “Proses pengerjaannya memakan
waktu 1 minggu dengan selektif pemilihan perangkat pendukung maupun
perhitungan penempatan tiap perangkat,“ buka Dendi.
Akali Akustik Kabin
Kebutuhan peredam memang memiliki peranan yang krusial dalam modifikasi
audio. Hal itu juga terjadi pada Honda Jazz berkelir hitam ini, yaitu
menyematkan peredam Checkmat di seluruh inteior kabin mobil dengan
jumlah yang beragam. “Tujuannya membuat suasana kabin menjadi lebih
hening dan rigid, sehingga dapat meningkatkan besaran decible yang
dihasilkan,“ tutur Dendi.
Head Unit + Pre-Amp
Sentralitas suara dalam modifikasi audio SPL pada Honda Jazz ini memang
perlu diperhatikan dengan serius. Sang installer mempercayakan head
unit Pioneer DEH-2350UB yang disandingklan dengan pre-amp Clif Design
CD-8EQ. “Pakai pre-amp untuk meningkatkan tegangan yang dibutuhkan head
unit agar performanya meningkat,” tukas installer asal kota Bogor ini.
2 Subwoofer Boks Aeroport
Hal utama modifikasi audio mengusung konsep SPL yaitu mengakali
performa subwoofer dengan boks yang tepat. Hal itu dilakukan Dendi pada
mobil Honda Jazz dengan membenamkan 2 unit subwoofer Prokick PK 12x3,
lalu dibalut boks aeroport dengan pembuatan flare (corong) yang
ukurannnya sudah diperhitungkan.
“Volumenya sudah kami sesuaikan dengan tuning mobil, jadi didapat
sebesar 1 cu/ft. Kemudian bahan pakai papan MDF dengan ketebalan 18 mm,
serta lubang yang menjorok keluar dibuat agar gema dari hembusan bass
bisa meningkat. Pada akhirnya juga bisa meningkatkan besaran decible,“
papar Dendi.
1 Power + Kabel 0 AWG
Dua unit subwoofer tersebut memerlukan suplai daya yang besar. Untuk
itu, Dendi menggunakan 1 unit power Venom 6000D agar memaksimalkan
perangkat. Sedangkan supaya stabil, Dendi memilih kabel stroom dengan
ukuran 0 AWG.
Pakai Aki Sesuai Daya
Pergantian aki bawaan dilakoni Dendi dengan menyematkan aki Amaron,
serta ditambah fuse block Stinger untuk faktor keamanan. “Aki
disesuaikan dengan daya dari power agar asupan bisa stabil. Sehingga
besaran decible juga bisa didapat dari konsep yang akan direncanakan,“
tutupnya.
Spesifikasi
Head Unit : Pioneer DEH-2350UB
Pre-amp : Clif Design CD-8EQ
Subwoofer : Prokick PK 12x3
Power : Venom 6000D
Peredam : Checkmat
Fuse Block : Stinger
Aki : Amaron
Head Unit : Pioneer DEH-2350UB
Pre-amp : Clif Design CD-8EQ
Subwoofer : Prokick PK 12x3
Power : Venom 6000D
Peredam : Checkmat
Fuse Block : Stinger
Aki : Amaron

Tidak ada komentar:
Posting Komentar