Pemilik
Daihatsu Taruna ini memang hobi dengan suara bass yang dahsyat. Makanya
Aryo, sang pemilik mobil ini melakukan modifikasi sistem audio dengan
aliran Sound Pressure Level. “Saya memang hobi dengan aliran ini sejak
2009. Hingga kini sering ikut kontes Sound Pressure Level untuk
happy-happy saja,” bukanya.
Untuk itu, Aryo pun menyambangi workshop Bulan Bintang yang melakukan
praktek di bilangan Bintaro, Tangerang. Acong pun langsung mengiyakan
untuk modifikasi Daihatsu Taruna milik Aryo ini.
“Dalam membangun sistem Sound Pressure Level
(SPL) yang dikhususkan untuk kontes memang memerlukan pengerjaan yang
serius. Hal itu saya aplikasikan dengan perangkat pendukung di seluruh
sektoral sistem audio untuk Daihatsu Taruna ini,” papar Acong selaku installer.
Lapis Peredam Ciptakan Rigiditas
Sebelum perangkat audio disematkan, langkah awal Acong menambahkan peredam di sekujur interior kabin Daihatsu
Taruna dengan jumlah variatif. “Di pintu 3 lapis, yaitu dinding luar
dan panel pintu. Sedangkan plafon sebanyak 2 lapis, sehingga totalnya
saya gunakan 20 lembar. Tujuannya agar tidak bergetar ketika digeber dan
suara tidak keluar kabin mobil,” cetus Acong.
Head Unit Built-In Processor Optimalkan Suara
Sebagai sentralitas suara, Acong menggunakan Pioneer DEH-P8850MP karena
banyak fitur pendukung yang bisa mengoptimalkan sistem audio yang
dibangun. “Operasionalnya mudah, selain itu fasilitas built-in prosessor
bisa mengoptimalkan kinerja sistem suaranya,” ungkap Acong.
Pakai Pre-Amp Dongkrak Voltase
Banyak cara dalam meningkatkan kinerja sistem audio dengan aliran SPL,
salah satunya dengan penambahan Pre-Amp Rodek KAR-100USB. “Jika
mengandalkan dari head unit, outputnya hanya 1,5 volt. Penggunaan
pre-amp bisa mendongkrak voltase ke subwoofer agar lebih bertenaga,”
tambah Acong.
Boks PNR Dengan Flare
Kunci utama untuk mendapatkan besaran decible (dB) memang dominan pada
boks. Hal ini dilakukan Acong dengan membuatkan boks jenis PNR untuk 2
unit subwoofer Venom
VX5012W. “Kubikasi sekitar 2,5 cu/ft, kemudian saya tambahkan flare
juga, yaitu pipa yang menyerupai terompet menjorok keluar. Tujuannya
untuk meningkatkan besaran dB, dan flare ini sangat signifikan
pengaruhnya lho, hehehe,” canda Acong.
Satu Power Impedansi 2 Ohm
Urusan daya ke subwoofer dipercayakan kepada Venom V1800XD dengan
penggunaan impedansi sebesar 2 ohm. “Biar ngangkat tenaga ke subwoofer.
Tapi jika dipaksakan hingga 1 ohm bisa berdampak protect alias jebol.
Namun 2 ohm sudah lumayan besaran dB nya,” ucap Acong.
Ukuran Kabel Variatif
Sementara untuk akomodir daya ke sistem haruslah stabil. Peranan kabel
juga diperhitungkan, sehingga Acong melakukan langkah jitu. “Kabel
speaker menggunakan 8 AWG, sedangkan paling krusial yaitu kabel stroom
agar output sesuai ke subwoofer, jadi saya pakai kabel 0 AWG,” tutupnya.
Dari hasil modifikasi tersebut, Daihatsu Taruna milik Aryo berhasil menjadi juara 3 Open Class 1 Subwoofer pada gelaran kontes SPL oleh Venom di Tangerang kemarin dengan mendapatkan 143,6 dB. Wah, selamat ya bos...
Spesifikasi
Head Unit : Pioneer DEH-P8850MP
Pre-Amp : Rodek KAR-100USB
Speaker : Venom Silver SII Series
Subwoofer : Venom VX5012W
Power : Venom V1800XD
Head Unit : Pioneer DEH-P8850MP
Pre-Amp : Rodek KAR-100USB
Speaker : Venom Silver SII Series
Subwoofer : Venom VX5012W
Power : Venom V1800XD

Tidak ada komentar:
Posting Komentar