Banyak
langkah yang dilakukan oleh Leonardo dalam modifikasi mobil Honda Jazz
untuk turun kontes Sound Pressure Level (SPL), yang belum lama ini
mengukir prestasi pada gelaran kontes SPL di Tangerang Selatan. “Memang
suka dengan bass yang kencang, dan kontes SPL itu buat happy-happy saja,
hehehehe..” canda Leonardo.
Lapis Peredam Agar dB Meningkat
Sebelum perangkat disematkan di dalam mobil Honda Jazz, hal awal yang
dilakukan yaitu melapisi bagian interior dengan peredam Visel.
”Penggunaan peredam di seluruh interior kabin, baik lantai, panel pintu,
dan atap dengan jumlah yang variatif. Tujuannya agar mengurangi getaran
dari body mobil dan pastinya meningkatkan dB,” cetus Leonardo.
Posisi Head Unit Di Bawah Hindari Skip
Sebagai sentralitas suara pada Honda Jazz, Leonardo mempercayakan pada
head unit Alpine CDA-9855 dan dikolaborasikan dengan pre-amp Critical
Mass PEQ-5S. ”Head unit sengaja diletakkan di bawah untuk menghindari
skip. Sedangkan hadirnya pre-amp untuk pengaturan buka dan tutup suara
ke subwoofer,” papar Leonardo.
Subwoofer 2 Unit, Boks Jenis PNR
Dominasi konsep SPL yang menghadirkan suara bass dahsyat perlu
perhitungan yang optimal, sehingga langkah yang dilakukan dalam
modifikasi pada Honda Jazz yaitu menggunakan dua unit subwoofer Prokick
PK3 dipadukan boks jenis PNR. “Volumenya 5 sampai 6 kubik. Kemudian
saya tambahkan aeroport pada boksnya, tujuannya agar tuning lebih mudah
dan reduksi noise dalam boks lebih lancar,” tukasnya.
Power 1 Unit Dengan Impedansi ½ Ohm
Meskipun menggunakan 1 unit power yaitu Prokick PK6000DL, namun suplai
tenaga harus powerfull, sehingga Leonardo melakukan trik jitu untuk
sistem audio Honda Jazz nya. ”Impedansinya saya buat ½ Ohm, sehingga
tenaga dari power meningkat signifikan. Hasilnya, subwoofer mengeluarkan
seluruh kemampuannya dalam menyemburkan bass yang kencang,” imbuhnya.
Kabel 0 AWG
Sebagai jembatan lewatnya tenaga ke setiap perangkat haruslah didukung
dengan kabel yang sesuai, jadi Leonardo mensiasatinya agar asupan daya
stabil. ”Dua kabel berukuran 0 AWG ditujukan agar tidak terjadi
kekurangan arus dari aki ke power,” ucap pria berbadan gempal ini.
Ganti Aki Dan Altenator
Hal krusial lainnya yaitu dengan kemampuan aki. Pasalnya aki standard
Honda Jazz belum cukup untuk mengoptimalkan kinerja sistem audio yang
sekarang. Sehingga Leonardo mengganti aki dengan kemampuan yang lebih
besar, yaitu aki Stinger 60A.
Dari hasil modifikasi pada Honda Jazz nya, belum lama ini Leonardo
berhasil menyabet juara 2 kelas 2 Subwoofer pada kontes SPL di Tangerang
Selatan lalu dengan perolehan angka sebesar 151,8 dB. ”Untuk
mendapatkan dB tinggi, banyak modifikasi yang saya lakukan dengan
berbagai treatment seperti kabel, peredaman, tuning box, tuning kabin
dan tuning track lagu,” tutupnya.
Selamat ya bos dapat juara 2………
Data Modifikasi
Head Unit : Alpine CDA-9855
Pre-amp : Critical Mass
Subwoofer : Prokick PK3 (2pcs)
Power : Prokick PK6000DL
Peredam : Visel
Aki : Stinger 60 Amper
Head Unit : Alpine CDA-9855
Pre-amp : Critical Mass
Subwoofer : Prokick PK3 (2pcs)
Power : Prokick PK6000DL
Peredam : Visel
Aki : Stinger 60 Amper

Tidak ada komentar:
Posting Komentar