Billy
menginginkan suara yang mewah pada sistem audio Toyota Avanza Veloz
miliknya. Maka dari itu, Billy menyambangi gerai Audio Tones untuk
modifikasi dengan konsep Sound Quality (SQ). “Ingin menikmati musik yang
live dan natural, makanya sistem audio saya modifikasi,” cetus owner
mobil.
Hal-hal apa saja yang dilakukan sang installer untuk memenuhi keinginan Billy?
Lapis Peredam Di Seluruh Kabin
Langkah awal yang dilakukan yaitu menelanjangi interior kabin Toyota Avanza Veloz
berwarna silver ini untuk dilapisi peredam dengan jumlah bervariatif
untuk optimalisasi sistem yang dibangun. “Detailnya menggunakan StP
dengan jenis berbeda. Lalu pemasangannya di panel pintu sebanyak 4
lapis, plafon 2 lapis dan lantai 1 lapis,” buka Harten, sang installer.
Head Unit Dengan Fitur Mendukung
Sebagai pusat kontrol hiburan, digunakan head unit Clarion NX501A yang
memfasilitasi semua format audio maupun visual bagi Billy. ”Fiturnya
sudah cukup mendukung, baik menggunakan kepingan CD maupun format
Bluetooth dan USB, serta operasionalnya mudah dengan layar sentuh
meskipun remote disediakan,“ ungkap Harten.
Speaker 2-Way Suara Seimbang
Untuk urusan suara dipercayakan pada Venom Intelligent
Series 6.3 untuk speaker depan. Proses pengerjaannya yaitu dibuatkan
pilar untuk bersarangnya tweeter, lalu dioptimalkan dengan sudut
on-axis. “Tujuannya menyesuaikan frekuensi respon dari tweeter yang
digabungkan dengan cabin gain,” ungkap Harten.
Kemudian untuk midbass tetap di posisi panel pintu, namun ada
penambahan treatment agar kinerjanya optimal. ”Dilapis peredam agar
mengurangi getaran dari panel pintu ketika midbass bekerja. Dan hal
lainnya agar membuat rigid,“ tambahnya.
Dua Subwoofer, Dua Power
Beralih ke kabin belakang, tempat bersarangnya 2 unit subwoofer Venom Intelligent
Series VI8W dihadirkan untuk menyemburkan suara bass yang padat. Untuk
mengoptimalkannya, dibuatkan boks berjenis sealed. “Volume tiap boks
saya buatkan sekitar 20 liter,” cetus Harten.
Sedangkan, asupan daya menggunakan dua power Venom Purple Storm
Series, yaitu Venom PS81.4 untuk speaker depan dan Venom PS1501.1 untuk
subwoofer. “Untuk speaker depan menggunakan bi-amp, yaitu satu channel
mensuplai satu driver melalui passive crossover. Sedangkan power untuk
subwoofer memakai metode bridge, yaitu satu channel mensuplai dua
subwoofer,” ungkapnya.
Fine Tuning Via Processor Eksternal Dan Head Unit
Setelah sistem audio terpasang, hal akhir sebelum diserahkan ke owner
mobil yaitu menciptakan suara yang seimbang di setiap frekuensi. Untuk
urusan ini, Harten menggunakan beberapa langkah, yaitu prosesor
eksternal Mosconi Gladen DSP 6to8, passive crossover, dan dari head
unit.
”Untuk speaker menggunakan processor eksternal yaitu HPF 63 Hz slop 12
dB, sedangkan LPF sebesar 2 kHz slop 12 dB menggunakan passive
crossover. Kemudian HPF tweeter menggunakan passive crossover dengan
pemotongan di 5 kHz slop 12 dB, untuk subwoofer main aktif dari head
unit dengan pemotongan 50 Hz slop 12 dB,” tutupnya.
Tinggal santai nikmati lagu favorit nih……..
Spesifikasi
Head unit : Clarion NX501A
Processor : Mosconi Gladen DSP 6to8
Speaker : Venom Intelligent Series 6.3
Subwoofer : Venom VI8W
Power : Venom PS81.4 (speaker) & Venom PS1501.1 (subwoofer)
Kabel Speaker : Venom
Kabel RCA : Venom
Capasitor Bank : Flux HPC68 (4pcs)
Head unit : Clarion NX501A
Processor : Mosconi Gladen DSP 6to8
Speaker : Venom Intelligent Series 6.3
Subwoofer : Venom VI8W
Power : Venom PS81.4 (speaker) & Venom PS1501.1 (subwoofer)
Kabel Speaker : Venom
Kabel RCA : Venom
Capasitor Bank : Flux HPC68 (4pcs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar