Modifikasi Toyota Avanza : Doctors Say Im The illest
Jakarta, Panji, sapaan akrab untuk
Toyota Avanza milik Echa Tarmizie memang terlihat baik-baik saja. Namun
dibalik semua keceriaan dan ketampanannya, Panji adalah mobil yang bisa
disebut ‘paling sakit’. Bagaimana tidak, ban sengaja di adu dengan
fender Toyota Avanza tersebut.
‘illest’ Roda Diadu Dengan Fender
Dramatisasi roda hingga ban beradu dengan fender hingga gesrot sampai
melukai ban dan fender begitu nyeri dipandang mata. Yup, Echa
menyebutnya dengan istilah keren ‘illest’ atau mobil yang paling sakit.
"Untuk mendekatkan ban dengan fender, gue pakai velg lebar, coak sasis,
dan tidak pakai per," ucapnya.
Dalam meraciknya, Echa mengandalkan velg berkelir mencolok dari Rota dengan ukuran 17x(9+9,5) inci, yang dikawinkan den
gan karet bundar berprofil 195/40 di bagian depan dan 205/40 di
belakang. Nah, inilah kunci penyiksaan Echa terhadap Panji. "Roda depan
gak pakai per, sementara pada roda belakang gue lakuin coak sasis dan
ganti shock yang lebih pendek," ucap pria yang gemar bermain basket ini.
Facelift Biar Lebih Segar
Selain velg, sektor lainnya dilakukan Echa agar Toyota Avanza nya bisa
tampil lebih segar. Si Panji yang merupakan tipe G, di-upgrade ke Avanza
tipe S di bagian depan dengan mengganti 1 set bempernya.
Sementara untuk bagian belakang, Echa masih mempertahankan bemper
bawaan. Tetapi untuk mengisi kekosongan di belakang, knalpot custom pun
mampu meningkatkan penampilan si Panji.
Mobil Gue, Ya Suka-Suka Gue
Dalam meramu tampilan interior si Panji, Echa mengandalkan dorongan
kepuasan hati. "Konsep gue adalah, apa yang lo suka, masukin aja.
Intinya semua yang lo suka kalau dijadiin satu akan memuaskan di hati
kita," ucap pria yang hobi dengan modifikasi.
Mengejar tampilan elegant, pria berperawakan besar ini membalut jok
dengan kulit sistetis bermotif unik. Smentara jendela dibiarkan bening
ditujukan Echa agar Toyota Avanza nya terlihat segar. Begitupun dengan
penggunaan sunroof.
Audio Terinspirasi Dari Musik Jazz
Selera musik Echa bisa dibilang cukup berkelas, walaupun usianya
terbilang muda. Kegemarannya mendengarkan genre musik Jazz menjadi
inspirasinya membangun tatanan audio di Toyota Avanza nya. "Untuk aliran
audio gue sound quality (SQ), karena gw suka musik Jazz," ucap
mahasiswa jurusan manajemen ini.
Untuk menghantarkan lagu Jazz, Echa mengandalkan head unit 2-din
Pionner AVH-P4150DVD sebagai sumber suara. Berlanjut ke pengeras suara,
dalam mengeluarkan alunan nada yang indah ditugaskan kepada speaker
2-way dari Venom. Semantara nada rendah dihembuskan oleh subwoofer
berlabel Venom berukuran 12 inci.
Data Modifikasi :
Bemper Depan Toyota Avanza S, Velg Rota 17x(9+9,5) inci, Ban Achilles 195/40R17 (depan) & Achilles 205/40R17 (belakang), Knalpot Custom, per SBM, Sunroof Webasto L, Jok Mbtech Picasso, HU Pioneer AVH-P4150DVD, Audio Full Venom.
Bemper Depan Toyota Avanza S, Velg Rota 17x(9+9,5) inci, Ban Achilles 195/40R17 (depan) & Achilles 205/40R17 (belakang), Knalpot Custom, per SBM, Sunroof Webasto L, Jok Mbtech Picasso, HU Pioneer AVH-P4150DVD, Audio Full Venom.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar